Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaIndexHeadlineMotif Penganiayaan yang Tewaskan Santri di Mojokerto Karena Korban Sering Keluar Ponpes

Motif Penganiayaan yang Tewaskan Santri di Mojokerto Karena Korban Sering Keluar Ponpes

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Ari Rivaldo (16) santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum di Mojokerto tewas setelah dianiaya seniornya sendiri yakni WN (17) asal Pacet Kabupaten Mojokerto. Korban dianiaya karena sering keluar lingkungan pondok pesantren tanpa izin pengurus.

WN sebagai santri senior di PP Mambaul Ulum, Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, diberi kewenangan untuk mengawasi ketertiban para santri junior.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, Ari dianiaya WN karena kesal, korban sering keluar dari lingkungan pesantren tanpa izin.

“Motifnya karena kesal saja korban sering keluar pondok tanpa izin,” kata Fery, Sabtu (24/8/2019).

WN melampiaskan kekesalannya itu pada Senin (19/8). Hari itu Ari keluar dari lingkungan pesantren tanpa izin sampai pukul 16.30 WIB. Sekitar pukul 23.00 WIB, Ari didatangi pelaku di kamar asramanya.

“Saat itu pelaku niatnya ingin menghukum korban,” tegas Fery.

WN menendang kepala korban dua kali saat di dalam kamar. Kepala santri asal Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo itu membentur dinding asrama.

Akibatnya, Ari terluka parah di kepala belakangnya. Korban akhirnya tewas saat dirawat di RSI Sakinah, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko pada Selasa (20/8) sekitar pukul 12.00 WIB. Benturan dengan dinding membuat tengkorak belakang korban pecah.

“Pelaku tidak berniat membunuh korban, makanya pasalnya penganiayaan tapi mengakibatkan korban meninggal. Karena niatnya (membunuh) tidak ada,” tandas Fery.

Polisi telah menetapkan WN sebagai tersangka penganiayaan yang menewaskan Ari. Dia dijerat dengan Pasal 80 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Korbannya Tewas.

Sementara Pengurus Pondok Putra PP Mambaul Ulum Mahfuddin Akbar menjelaskan, sebelum dianiaya, Ari tidak masuk sekolah lantaran kelelahan usai mengikuti lomba gerak jalan, Minggu (18/8). Saat didatangi WN di kamarnya, Ari sedang tidur pulas.

“Saya tidak tahu hari itu dia keluar pondok atau tidak. Yang pasti saat itu dia sedang tidur, lalu dibangunkan oleh WN,” tambah Mahfuddin Akbar.(den/gan)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments