Rabu, Juni 19, 2024
BerandaIndexPeristiwaWih, Warga Mojokerto Pelihara Buaya Muara Berusia 38 Tahun

Wih, Warga Mojokerto Pelihara Buaya Muara Berusia 38 Tahun

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Seekor buaya muara ditemukan dipelihara di rumah warga Mojokerto, Jawa Timur, selama 38 tahun. Reptil tersebut dipelihara di rumah Sariati 71 tahun, warga Desa Trawas, Kecamatan Trawas

Buaya itu ditempatkan di kolam di belakang rumah Sariati. Adapun kolamnya berbentuk kotak tanpa air dengan ukuran 3 meter x 2,5 meter dengan kedalaman 2 meter.

Sariati mengatakan buaya tersebut merupakan peninggalan suaminya yang sudah meninggal sejak 6 tahun lalu. Dia mengaku buaya itu di pelihara oleh suaminya sejak tahun 1984. Suaminya sendiri Ahmad Sarfii mendapatkan buaya sejak masih anakan, memiliki ukuran sekitar 40 centimeter dan kini buaya yang cukup agresif itu sudah berukuran hampir dua meter.

Sariati merasa khawatir dengan keberadaan buaya tersebut. Hingga pada Rabu 9 Maret 2022, dia meminta bantuan dari petugas untuk mengevakuasi.

“Suami saya memang suka reptil, kalau temannya dapat biawak ya diterima. Bejo ini ya dikasih temannya. Waktu dirawat almarhum suami saya manut, sekarang jadi ganas,” kata Sariati kepada wartawan, Rabu 9 Maret 2022.

Buaya yang diberi nama Bejo itu dulunya jinak. Itu karena dirawat oleh sang suami dengan kasih sayang. Bahkan, seringkali buaya itu dibawa bekerja, bersama hewan peliharaan lain suaminya. Seperti biawak, dan bunglon.

Waktu itu suami Sariati adalah seorang Camat di Pemerintahan Kabupaten Mojokerto. ‘Dulu masih kecil suka dibawa pakai mobil pas dinas kerja, sama suami saya. Ya dimasukan ke dalam mobil sama biawak juga,” ujarnya.

Buaya muara itu biasa diberikan makan kaki dan kepala ayam. Sering kali buaya itu juga tak diberi makan saat dia berkunjung ke rumah anak-anaknya. Itulah alasan Sariati meminta buaya itu dievakuasi.

“Saya kasih makan kaki ayam, atau kepala ayam. Kadang kalau ada ayam tetangga mati, ya dikasihkan ke Bejo. Kalau saya ke anak-anak kadang kala takut lupa kasih makan. Saya minta tolong tetangga biasanya,” jelasnya.

Hingga akhirnya, ia memilih untuk memberitahu perangkat desa setempat. Jika sudah tak mampu merawat si Bejo lagi. Selain itu, adanya kekhawatiran saat hujan yang bisa membuat kolam tempat Bejo di tempatkan meluber. Hingga buaya yang relatif berukuran kecil diusianya ini lepas.

“Makanya saya lapor Kades. Tadi juga sudah ada yang datang. Terus ini ada yang datang dari BKSDA katanya. Saya ingin Bejo dievakuasi saja,” tandasnya.

Saat Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim dan warga sekitar sedang melakukan koordinasi untuk melakukan prosea evakuasi si Bejo buaya muara dari kedalaman kolam setinggi 2 meter di belakang rumah Sariati.(dn/gan)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments