Senin, Juli 22, 2024
BerandaIndexKesehatanAkibat Patah Kaki CJH Asal Penarip Kota Mojokerto Gagal Berangkat Haji

Akibat Patah Kaki CJH Asal Penarip Kota Mojokerto Gagal Berangkat Haji

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Salah satu Calon Jamaah Haji (CJH) di kota Mojokerto, gagal menunaikan ibadah haji tahun ini karena mengalami patah kaki akibat terjatuh di kamar mandi.

Abdul Latif, (88), jamaah haji yang beralamat Penarip gang 2 nomor 3 kelurahan Kranggan, kecamatan Kranggan, kota Mojokerto, mengalami patah pada bagian pinggul kaki kiri setelah jatuh di kamar mandi, Jumat (5/07/2019) lalu.

Prayogi (33) anak dari Abdul Latif saat ditemui mengantakan, kejadian tersebut berawal ketika bapaknya hendak ke kamar mandi dari kamar tidur setelah minum obat.

“Bapak punya riwayat penyakit cegukan, bapak dari kamar tidur hendak ke kamar mandi. Waktu itu bapak minta minum obat cegukan, saya kasih dengan dosis sedikit karena obat tersebut jenisnya obat kantuk, ” kata Prayogi Senin (21/7/2019).

Setelah Prayogi memberikan obat ceguk kepada bapaknya, Abdul Latif pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. “Bapak jatuh di dalam kamar mandi dengan jatuh duduk dan bersandar pada tembok kamar mandi,” ungkap Prayogi”

Masih kata Prayogi, setelah bapaknya terjatuh, Prayogi seketika langsung membawa bapaknya ke Rumah Sakit Gatul untuk mendapatkan perawatan yang lebih lanjut.

“Saya bawa ke Rumah Sakit Gatul, setelah itu dilakukan foto rontgen, dari foto tersebut menunjukkan tulang pinggul bapak bagian atas mengalami patah,” jelas Prayogi.

Sehari setelah dilakukan foto Rontgen, kata Prayogi, pihak rumah sakit tersebut melaksanakan operasi pemasangan pen pada bagian pinggul atas bapaknya, Abdul Latif.

“Setelah dioperasi dan rawat inap selama seminggu, kondisi bapak membaik, tinggal dibuka jahitannya pada minggu depan,” ucapnya.

Kendati kondisi bapaknya membaik, Bapak delapan anak tersebut menghabiskan waktu di rumahnya dengan berbaring di atas tempat tidur.

“Kalau setiap sesudah shubuh, sebelum bapak jatuh, bapak berolahraga dengan jalan kaki keliling kecamatan Kranggan, setelah terjatuh, bapak setiap pagi di depan rumah cuma berjemur di bawah sinar matahari,” ungkap Prayogi.

Terkait gagalnya Abdul Latif melaksanakan ibadah haji, Prayogi menjelaskan, bapaknya sudah melakukan pelunasan biaya, persiapan bekal ibadah haji, baju, serta melaksanakan sejumlah tes kesehatan.

“Tinggal ambil koper saja di Kantor Kementerian Agama Kota Mojokerto pada Minggu (7/7/2019) lalu,” terangnya.

Prayogi menambahkan, Bapaknya sudah mendaftar jadi jamaah haji di kota Mojokerto sejak enam tahun yang lalu. “Bapak sudah umroh pada tiga tahun yang lalu, bersama ibu dan kakak beserta keluarganya,” ungkap Prayogi.

Abdul Latif sendiri bisa mendaftar jamaah haji dan jamaah umroh karena dibiayai oleh salah satu anaknya yang berprofesi sebagai dokter di Cirebon. Abdul latif berprofesi sebagai penjahit baju di kecamatan Kranggan.

Karena kejadian tersebut, Abdul Latif menunda pelaksanaan ibadah rukun islam yang kelima tersebut hingga tahun depan. Meski ditunda, Abdul Latif akan berangkat ke Mekah tahun depan bersama anaknya.

Abdul Latif yang sedang berbaring di atas kasur, bapak 4 putri dan 4 putra tersebut mengungkapkan kekecawaanya.

“Kalau mengalami kejadian seperti ini mau bagaimana lagi, saya harus menunda keberangkatan saya, tapi niat saya untuk berhaji masih ada,” ucap Abdul Latif.(den/gan)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments