Jumat, Maret 1, 2024
BerandaIndexHeadlineLolos Menembus 32 Besar, Gaji Masih Menunggak

Lolos Menembus 32 Besar, Gaji Masih Menunggak


MOJOKERTO, xtimenews.com – Nasib Persem Kota Mojokerto sangat miris. Pasalnya, klub sepak bola kota onde-onde masih menyisakan masalah internal yang sampai saat ini belum terselesaikan.

Meskipun sudah lolos ke 32 besar, namun gaji seluruh pemain dan official tim hingga saat ini belum juga terbayarakan. Gaji pemain dan official yang masih menunggak bervariatif.

Hal ini disampaikan Hartono (49), pelatih kepala Persem, saat dikonfirmasi awak media melalui seluler. Seluruh gaji pemain dan official hingga akhir kompetisi belum dibayar oleh pihak manajemen.

Persem Kota Mojokerto saat sesi latihan.(xtimenews)

“Gaji yang belum terbayar bervariatif, ada yang tiga bulan, empat dan ada juga yang lima bulan, belum dibayarkan oleh pihak manajemen,” kata Hartono.

Masih katanya, pada perhelatan menuju 32 besar sebenarnya anak-anak tidak mau berangkat karena gaji mereka belum dibayar. Tapi akhirnya tetap berangkat untuk menyelesaikan kompetisi.

“Sampai kompetisi selesai, gajinya juga belum dibayar oleh manajemen. Kasihan, melihat mereka semua. Memenuhi kewajiban tapi hak nya tidak terpenuhi,” imbuhnya.

Hingga kompetisi berakhir dan gaji yang belum juga terbayarkan, pihak jajaran pelatih dan official berusaha untuk melakukan komunikasi secara intens terkait dengan hak nya. Namun hasil yang didapat tetap nihil, gaji pun tidak kunjung turun. Hal ini juga disampaikan ke Askot PSSI Kota Mojokerto, tapi masalah gaji, itu urusan internal Persem.

“Kalau masalah gaji, ditanyakan saja langsung ke pak Mashudi dan bos Yusuf,” kata Hartono menyitir jawaban ketua Askot PSSI Kota Mojokerto, Santoso.

Hartono juga menyampaikan, bahwa saat menanyakan perihal gaji seluruh tim Persem ke pihak manajeman, merasa dirinya di pingpong. Tidak ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas hal ini.

“Saat saya menanyakan hal ini ke Pak Mashudi, saya disuruh ke Bos Yusuf. Ketika saya ke Bos Yusuf menanyakan hal yang sama, jawabannya saya disuruh menghubungi Pak Mashudi. Saya dipingpong kesana kemari,” tukas Hartono.

Pihak manajemen Persem tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini. Saat dihubungi pun sudah sangat susah dan tidak ada solusi.

“Jika hal ini tetap berlanjut, maka kami akan melaporkan ke Asprov Jatim. Jika tidak ada solusi, biar Asprov yang memutuskan dan memberikan vonis terhadap Persem,” pungkasnya.

Disinyalir, jika manajemen Persem tidak segera menyelesaikan masalah pembayaran gaji, bisa dipastikan akan sulit untuk mengikuti kompetisi.(Nar)



RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments