Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Dalam 1 Momen,HUT SMAN 2 OKU Berlangsung Semarak dan Sarat Inovasi

×

Dalam 1 Momen,HUT SMAN 2 OKU Berlangsung Semarak dan Sarat Inovasi

Sebarkan artikel ini

OKU,Xtimenews.com – Acara HUT SMAN 2 OKU di sambut antusias siswa siswi sekolah,guru,staf TU serta Kepala sekolah yang dilaksanakan pada hari Kamis,(22/10/2026).

Peringatan atau perayaan hari ulang tahun adalah hal yang lumrah. Itu sebuah ekspresi kegembiraan atau rasa syukur atas bertambahnya usia seseorang.Asumsi semakin tua usia seseorang,dianggap semakin matang pemikiran dan ada perubahan pertumbuhan fisik yang.

Acara seremonial pun sudah bisa ditebak: sambutan, tiup lilin (potong tumpeng), tepuk tangan, bernyanyi dan lanjut makan-makan.

SMA Negeri 2 OKU mempunyai cara tersendiri dalam merayakan ulang tahunnya. Nuansa hiburan tetap ada, tapi porsi edukasi banyak lagi kegiatan.

Tahun ini sudah memasuki usia 45 tahun, sejak diresmikan pada tahun 1981 lalu oleh Presiden Tanzania, *Julius Kambarage Nyerere*. Kok bisa?

Sekolah ini berdiri sesuai SK Mendikbud RI Nomor 019/O/1981 tanggal 14 Juli 1981. Tanggal 20 Oktober 1981, Presiden Tanzania berkunjung ke Sumatera Selatan, tepatnya ke Batumarta. Kemudian didaulat untuk meresmikan SMAN 2 OKU. Keren, bukan?!

Ulang tahun ke-45 SMAN 2 OKU juga diperingati lebih keren lagi. Sekurang-kurangnya ada 6 (enam) kegiatan _krusial_ yang dilaksanakan.

*Pertama*, eksplor batik jumputan karya siswa. Yaitu proses pembuatan batik khas Sumatera Selatan (Palembang) dengan teknik sulam, ikat dan rebus. Bernilai ekonomis tinggi, karena bahan yang sudah siap jahit di pasar bisa mencapai harga 200 hingga 400 ribuan. Masa pengerjaan batik ini dari tanggal 5 s.d 15 Oktober 2026.

*Kedua*, gerakan kelas bersih dan indah, yang dikemas dalam bentuk lomba kelas. Gerakan ini menghasilkan suasana kelas yang bersih, indah dengan pojok literasi dan taman kelas hasil kreasi asli warga kelas.
Gerakan beriringan dengan proses pembuatan batik, dan puncak penilaian pada 10 Oktober 2026.

*Ketiga*, bazar dan pameran karya. Menampilkan hasilnkarya kreatif anak-anak dari mata pelajaran Pendidikan Kewirausahaan (PKWU). Mulai hasil olahan makanan kuliner hingga kerajinan tangan (kriya). Uniknya, orang tua siswa diundang untuk menyaksikan sekaligus berbelanja (bagi yang berminat).

*Keempat*, pentas seni kreatif, yaitu persembahan seni budaya berkarakter. Ditampilkan dalam bentuk unjuk vokal, gerak dan permainan alat musik. Sajian menghibur dan penuh apresiasi.
Acara dilaksanakan tanggal 21 Oktober 2026

*Kelima*, syukuran bersama, dengan menghadirkan warga sekolah, pengurus komite, para _stakeholder_ (perintis sekolah yanb masih hidup), unsur pemerintahan, dan praktisi pendidikan di Kabupaten OKU. Di sesi ini, dilaksanakan acara reungan dan doa. Kemudian ditutup oleh acara ramah tamah.

*Keenam*, peningkatan kompetensi guru dalam bentuk _workshop_ atau bimbingan teknis pembelajaran mendalam. Tentu menghadirkan nara sumber berkualifikasi dan melibatkan seluruh pendidik di SMAN 2 OKU.

Hiburan boleh, tapi menjaga komitmen dan tanggung jawab pada pendidikan adalah prioritas utama.

Saat ditanya pihak media, apakah peringatan Dies Natalis ini bisa dibiayai oleh anggaran sekolah?

Kepala Sekolah, Agus Sudiana, menjawab bahwa kegiatan ini teranggarkan Program Sekolah dalam bentuk sub kegiatan antara lain :
– praktik kokurikuker,
– bazar kewirausahaan,
– pameran karya seni budaya,
– pentas seni, dan
– peningkatan kompetensi guru.

Agus juga menambahkan, bahwa konten dalam Kurikulum Merdeka memberikan penekanan pada *aksi nyata* dan *pembelajaran mendalam* atau *pembelajaran bermakna*.

“Yang dijalankan sekolah selama Bulan Oktober ini, berada dalam koridor Implementasi Kurikukum Merdeka. Lebih inovatif dan kontekstual”, begitu pungkasnya.

Keterangan Agus dipertegas oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Intan Nurfitri, yang dalamnkegiatan ini dipercaya sebagai Ketua Panitia. Intan menuturkan, bahwa momentum peringatan ulang tahun SMAN 2 OKU, adalah cara kami dalam membangun komunikasi antara sekolah dan masyarakat atau orang tua.

“Mereka diundang ke sekolah untuk menyaksikan penampilan anak-anak sekaligus mengapresiasi karya anak, baik itu berupa hasil kriya (kerajinan tangan) maupun makanan hasil olahan anak-anak mereka”, demikian kata Intan. (Rivky)