Senin, Mei 27, 2024
BerandaIndexPolitikKoalisi PKB dan PPP Siapkan Junaedi Malik Maju Pilwali Mojokerto 2024

Koalisi PKB dan PPP Siapkan Junaedi Malik Maju Pilwali Mojokerto 2024

Mojokerto,Xtimenews.com– Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembagunan (PPP) Kota Mojokerto berkoalisi dalam Pilkada tahun 2024. Koalisi dua partai ini sepakat mengusung Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Mojokerto, Junaedi Malik sebagai calon Wali Kota Mojokerto 2024.

Kesepatan koalisi ini ditandatangani setelah silaturahmi antara pengurus DPC PPP dan DPC PKB Kota Mojokerto dalam rangka komunikasi kerjasama politik dalam membangun koalisi Pilwali Mojokerto tahun 2024. Bertempat di Kantor DPC PPP Kota Mojokerto Kelurahan Kauman, Kota Mojokerto, Senin (13/5/2024).

Ketua DPC PPP Kota Mojokerto, Mayor (Purn) Ruffis Baharudin mengatakan, silaturahmi antara PPP dan PKB bertujuan untuk menyambung tali silaturahmi demi tujuan terciptanya hubungan yang harmonis di Kota Mojokerto.

“Antara PPP dan PKB merupakan satu rumpun dan memiliki sebuah nafas demokrasi yang sama, di tengah pelaksanaan tahun politik, sepertinya PPP dan PKB memiliki cara pandang yang sama. Keluarga besar PPP Kota Mojokerto sudah sepakat akan melangkah bersama PKB Kota Mojokerto dalam Pilwali Mojokerto tahun 2024,” ucapnya.

Lebih lanjut, Rufis mengatakan, jika ada warga asli Kota Mojokerto yang akan maju menjadi Wali Kota Mojokerto kita akan dukung.

“Mari kita dukung jika ada warga asli Kota Mojokerto maju Pilwali Mojokerto, jangan memberikan prioritas yang lebih kepada warga luar Kota Mojokerto untuk memimpin Kota Mojokerto,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Mojokerto, Junaedi Malik mengatakan, PKB Kota Mojokerto saat ini memiliki cara pandang bahwa untuk penyelenggaraan kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto masih belum optimal dan perlu adanya kader partai dari PKB yang merubah aturan guna mensejahterakan masyarakat.

“Masih banyak progam kerja yang tidak tepat sasaran, dimana seharusnya sasarannya rakyat sejahtera dan progam-progam kerja harus pro rakyat namun kenyataannya selama ini hanya pro terhadap pembangunan fisik dan pembangunan fisik tidak berguna bagi masyarakat,” kata Junaidi Malik.

Menurutnya, banyak progam gagal yang dijalankan oleh pemerintahan sebelumnya seperti Rest Area Gunung Gedengan, Skywalk dan Pasar Ketidur, jumlah anggaran yang diberikan sangat besar. Namun bangunan tersebut dinilai tidak berguna bagi masyarakat.

“Kondisi Kota Mojokerto kini sedang tidak baik-baik saja perlu perubahan, amanah kami dalam mengelola sumberdaya aparatur, sumberdaya anggaran benar- benar untuk kepentingan masyarakat,” tegas Junaidi Malik. (Tin)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments