Kamis, Februari 22, 2024
BerandaIndexTNI & POLRITopang Ketahanan Pangan Koramil Kutorejo Bareng Petani Tanam Jagung Hibrida

Topang Ketahanan Pangan Koramil Kutorejo Bareng Petani Tanam Jagung Hibrida

Mojokerto, Xtimenews. com – Untuk mendukung dan mensukseskan program pemerintah dibidang ketahanan pangan, Koramil 0815/13 Kutorejo Kodim 0815/Mojokerto bersama warga melaksanakan penanaman jagung di lahan seluas ± 5.000 meter2 milik Sutrisno, Dusun Sumberjati, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (30/03/2023).

Bati Tuud Koramil 0815/13 Kutorejo Peltu Mulyono yang berada ditengah – tengah kegiatan bersama Babinsa Sawo Serka I Wayan Merta, mengatakan, penanaman jagung bersama yang kita lakukan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI dalam program ketahanan pangan.

Masih katanya, pendampingan ini dilakukan tak sebatas saat tanam, melainkan berlanjut ke masa berikutnya, yakni masa perawatan hingga masa panen. ”Tentunya para Babinsa selalu hadir melakukan pendampingan kepada para petani, mulai pengolahan lahan hingga masa panen”, terangnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Danramil 0815/13 Kutorejo Kapten Inf Slamet Utomo, mengatakan, kegiatan pendampingan ketahanan pangan merupakan upaya TNI/TNI AD termasuk Koramil dan Babinsa dalam mendukung dan mensukseskan program ketahanan pangan pemerintah.

”Melalui pendampingan ini, diharapkan para Babinsa dapat dan mampu memotivasi, dan mensuport para petani untuk lebih bersemangat dalam meningkatkan produksinya sehingga kesejahteraan petani meningkat. ”Intinya kita harus hadir ditengah–tengah rakyat untuk membantu kesulitan rakyat”, pungkasnya.

Pantauan di lapangan, tanam jagung bersama di lahan seluas 0,5 hektar sedikitnya melibatkan 22 orang, terdiri dari 6 personel Koramil Kutorejo dan 16 orang warga masyarakat ini, menghabiskan 10 kilogram benih jagung Hibrida Varietas NK7328 SUMO. Tanam jagung ini merupakan masa tanam kedua setelah tanaman padi pada masa tanam pertama.

Sekedar informasi, benih jagung Hibrida Varietas NK7328 SUMO ini diketahui memiliki kemampuan adaptasi lebih tinggi di lahan tadah hujan (tegalan) dan potensi hasil panen lebih besar daripada vatietas lainnya. (Pendim 0815/Mjk/Titin)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments