Rabu, Juli 24, 2024
BerandaPemerintahanTiga Pilar Kelurahan Kayamanya Sentral Poso Dapat Penghargaan

Tiga Pilar Kelurahan Kayamanya Sentral Poso Dapat Penghargaan

KOTA PALU (Sulteng), Xtimenews.com – Tiga pilar Kelurahan Kayamanya Sentral Kecamatan Poso Kota masing-masing Bhabinkamtibmas Bripka Moh. Syaiful, SH, Babinsa Koramil Poso Kodim 1307 Serka Mustang dan Lurah Kayamanya Sentral Penda Tkt I Sutarjo, mendapat penghargaan dari Kapolda Sulteng karena dinilai berprestasi dalam membina warga masyarakat Kelurahan Kayamanya Sentral.

Pemberian penghargaan yang dilakukan pada apel pagi Senin (15/7) ini,  berdasarkan Keputusan Kapolda Sulteng No. Kep/228/VII/2019, tanggal 9 Juli 2019, tentang pemberian penghargaan bagi Bhabinkamtibmas,  Babinsa dan Lurah Kayamanya.

“Selamat kepada Bripka Moh. Syaiful,  Serka Mustang dan Penda Tkt I Sutarjo,” ucap Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Drs. Lukman Wahyu Hariyanto, MSi.

Menurut Kabidhumas Polda Sulteng AKBP Didik Pranoto, SIk, beberapa waktu lalu,  Bripka Moh. Syaiful sempat mengharumkan nama Polda Sulteng karena berhasil meraih juara pertama  lomba Bhabinkamtibmas Tingkat Nasional 2019 di Mabes Polri,  dalam rangka Hari Bhayangkara ke 73 tanggal 1Juli 2019. Atas prestasinya tersebut,  Bripka Moh. Syaiful mendapat penghargaan dari Kapolri berupa PIN emas  dan promosi untuk mengikuti pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) tahun 2020 mendatang.

Menurut Kabidhumas,  prestasi yang paling mendasar dan membanggakan yang dilakukan Bripka Syaiful adalah sepak terjangnya dalam melakukan terobosan kreatif yakni inovasi Binmas Pioneer tahun 2015 lalu dibidang ketahanan pangan.

Saat itu Bripka Syaiful mengembangkan budidaya ikan kerapu menggunakan sistem keramba apung di Dusun Kalamalea Kelurahan Madale Kecamatan Poso Kota Utara. Selain itu, ia juga melakukan budidaya ikan bandeng tumpang sari rumput laut air tawar dan budidaya ayam petelur (buras)  di Dusun Madale Kecamatan Poso Kota Utara.

Dalam bidang lingkungan hidup,  Syaiful melakukan pelestarian kawasan pantai dengan menanam bakau (mangrove) di dusun Kapompa dan dusun Kalamalea Kelurahan Madale Kecamatan Poso Kota Utara.

Menurut Syaiful, untuk bisa masuk dan berintegrasi dengan warga masyarakat yang radikal,  bukan masalah gampang. Mereka melakukan penolakan kepada petugas Bhabinkamtibmas bahkan kadangkala melakukan ancaman kekerasan di Kelurahan Kayamanya Sentral. Agar bisa masuk,  Syaiful membuat terobosan kegiatan literasi berupa perpustakaan keliling. Metode ini cukup jitu dalam pendekatan sosial sehingga memunculkan rasa simpati dan kepercayaan masyarakat kepada petugas Bhabinkamtibmas.

“Tidak mudah masuk ke warga yang agak radikal, membutuhkan waktu dan kesabaran. Tapi setelah diterapkan metode pendekatan sosial melalui perpustakaan keliling,  akhirnya warga bisa menerima,” kata Syaiful.

Dulu,  kenang Syaiful, banyak warga Kelurahan sangat sinis dan tertutup kepada polisi. Malahan polisi disebut thogut. Tapi sekarang polisi sudah dijadikan teman. Dengan sudah diterimanya kehadiran Bhabinkamtibmas, menjadi langkah awal terjadinya perubahan cara pandang dan pola pikir warga masyarakat. Sudah banyak warga yang membuka diri untuk menerima pelayanan polri,  seperti membuat SIM, bahkan melaporkan suatu peristiwa yang terjadi kepada Bhabinkamtibmas.

Menurut Sysiful,  selain menjalankan tugas pokoknya,  ia juga menjadi tenaga pengajar sukarela di SMP Muhammadiah di wilayah kerjanya dengan mengajar bidang studi PKN dan Penjaskes. “Di sekolah ini kurang guru, apalagi guru yang ada mengajar lagi di sekolah lain,” katanya.

Kegiatan lain yang ditekuni adalah membina pramuka saka Bhayangkara.  Kegiatan ini dilakukan untuk menanamkan pemahaman patuh terhadap hukum guna cegah tangkal terpaparnya paham radikalisme terhadap anak remaja khususnya para siswa.

“Dengan kewenangan terbatas yang saya miliki sebagai Bhabinkamtibmas, saya berharap bisa membantu polri dalam melaksanakan tugas pelayanan di wilayah Kelurahan Kayamanya Sentral,” katanya.(bas/gan)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments