Sabtu, Juni 22, 2024
BerandaPemerintahanSederet Obyek Wisata Sejarah di Kabupaten Mojokerto, Liburan Sambil Belajar

Sederet Obyek Wisata Sejarah di Kabupaten Mojokerto, Liburan Sambil Belajar

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Kabupaten Mojokerto tidak hanya memiliki destinasi wisata indah seperti di Pacet dan Trawas, yang selalu wajib dikunjungi wisatawan lokal hingga luar kota.

Pusat kerajaan Majapahit ini nyatanya memiliki sejumlah obyek wisata bersejarah yang patut dikunjungi ketika libur lebaran sekaligus belajar, ataupun saat momen mudik bersama keluarga di kampung halaman.

Berikut sejumlah destinasi wisata sejarah di Kabupaten Mojokerto yang sempat dikunjungi rombongan jurnalis diacara Pewarta Mblarah Bareng Diskominfo.

1. Museum Majapahit
Museum ini dulunya bernama Oudheeidkundhige Vereeneging Majapahit (OVM) yaitu suatu perkumpulan yang bertujuan untuk meneliti peninggalan-penggalan Majapahit. OVM ini terletak di jalan raya jurusan Mojokerto – Jombang km 13, yang didirikan pada 1924 oleh RAA Kromodjojo Adinegoro salah seorang Bupati Mojokerto, dengan Ir. Henry Mcline Pont seorang arsitek Belanda.

Pada tahun 1942 museum di tutup untuk umum karena Mcline Pont ditawan oleh Jepang. Sejak itu museum berpindah-pindah tangan dan dikelolah oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Mojokerto wilayah kerja Provinsi Jawa Timur. Tugas kantor tersebut tidak hanya melaksanakan perlindungan terhadap benda cagar budaya peninggalan Majapahit saja, tetapi semua peninggalan kuno yang tersebar di wilayah Jawa Timur. Oleh karena itu koleksinya bertambah banyak.

Untuk mengatasi hal tersebut museum dipindahkan ke tempat yang lebih luas lagi +2km dari tempat semula, tepatnya di Jalan Pendopo Agung, Desa Ngelinguk, Trowulan, Mojokerto. Museum baru tersebut sekarang bernama Museum Majapahit namun masyarakat umum tetap mengenalnya sebagai Museum Trowulan.

Museum Majapahit ini didirikan dengan maksud untuk menyimpan artefak-artefak yang diperoleh baik melalui survei maupun penemuan secara tak sengaja. Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi tentang sejarah Majapahit. Nama Museum Majapahit sempat mengalami pergantian nama dari Balai Penyelamat Arca, Pusat Informasi Majapahit dan yang terakhir menjadi Museum Majapahit BPCB Mojokerto wilayah kerja Provinsi Jawa Timur.

Banyak koleksi penemuan benda-benda bersejarah didalam museum Majapahit ini. Sesuai dengan sejarahnya, koleksi Museum Majapahit di dominasi oleh benda cagar budaya peninggalan Majapahit. Melalui peninggalan-peninggalan tersebut dapat beberapa aspek Majapahit dapat dikaji lebih lanjut, seperti budaya di bidang pertanian, irigasi, arsitektur, perdagangan, perindustrian, agama, dan kesenian.

Keseluruhan koleksi tersebut ditata di gedung, pendopo maupun halaman museum. Berdasarkan koleksi bahannya Museum Majapahit yang ditampilkan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok.

Koleksi tanah liat ( Terakota)

Koleksi keramik.
Koleksi keramik yang dimiliki oleh Museum Majapahit yang berasal dari beberapa negara asing, seperti Cina, Thailand dan Vietnam. Keramik-keramik tersebutpun memiliki berbagai bentuk dan fungsi, seperti guci, teko, piring, mangkuk, sendok dan vas bunga.

Koleksi logam.
Koleksi Benda Cagar Budaya berbahan logam yang dimiliki Museum Majapahit dapat diklasifikasikan dalam beberapa kelompok, seperti koleksi mata uang kuno, koleksi alat-alat upacara seperti bokor, pedan, lampu, cermin, guci dan genta, dan koleksi alat musik.

Koleksi batu.
Koleksi Benda Cagar Budaya yang berbahan batu berdasarkan jenisnya dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok sebagai berikut: Koleksi Miniatur dan Komponen Candi, Koleksi Arca, Koleksi Relief, Koleksi Prasasti. Sementara itu, koleksi Benda Cagar Budaya yang berbahan batu yang dimiliki oleh Museum Majapahit, juga terdapat alat-alat dan fosil binatang dari masa prasejarah.

“Hingga saat ini sudah mencapai kurang lebih 86 ribu koleksi. Museum ini didirikan RAA Kromodjojo Adinegoro salah seorang Bupati Mojokerto, dengan Ir. Henry Mcline Pont seorang arsitek dari negara Belanda. Sebelum mereka merintis mendirikan museum kedua orang ini pernah mengadakan ekskavasi dan penelitian di daerah Trowulan yaitu kurang lebih pada tahun 1916,” kata Subandi salah satu Staf di museum Majapahit, Selasa 26 Juli 2022.

Banyak peninggalan Majapahit di Kecamatan Trowulan yang merupakan bukti pusat ibu Kota Majapahit berada di Kecamatan tersebut.

“Ini ada bukti-bukti fisik bahwa Trowulan adalah pusat kerajaan Majapahit yang dibuktikan dengan adanya bangunan monumental. Bangunan candi, gerbang, pertirtaan, kolam serta sebuah makam yang dikenal dengan makam tujuh troloyo,” tegas Subandi.

2. Patung Buddha Tidur
Patung Buddha tidur terbesar di Indonesia selalu ramai pengunjung setiap akhir pekan. Patung ini menggambarkan detik-detik wafatnya Buddha Gautama ini berumur 29 tahun. Bagian fondasinya berhiaskan relief dengan berbagai cerita yang menarik.

Patung Buddha tidur raksasa itu berada di dalam Maha Vihara Mojopahit di Desa Bejijong, Trowulan, Mojopahit. Yaitu di sebelah selatan gedung Sasono Bhakti yang menjadi tempat sembahyang umat Buddha.

Pandita Maha Vihara Mojopahit, Sariyono mengatakan, sejarah pembangunan patung Buddha tidur tak lepas dari pembangunan Maha Vihara Mojopahit. Keduanya sama-sama diprakarsai Bhikkhu Viriyanadi Maha Tera. Hanya saja vihara dibangun lebih dulu.

Menurutnya, Maha Vihara Mojopahit dibangun tahun 1987, lalu diresmikan Gubernur Jatim, Soelarso pada 31 Desember 1989. Sedangkan patung Buddha tidur dibangun tahun 1993 melibatkan pematung dari Solo, Jateng, serta pematung dari Desa Bejijong dan Desa/Kecamatan Trowulan.

Patung raksasa yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Trowulan ini juga disebut Patung Buddha Maha Paranibbana. Yaitu menggambarkan detik-detik wafatnya Buddha Gautama. Sang Budha wafat dengan posisi seperti tidur miring ke kanan dengan telapak tangan kanan menyangga kepalanya.

Toleransi antarumat beragam begitu kental di tempat ini. Saat ini, objek wisata tersebut dikelola Yayasan Lumbini. Setiap pengunjung harus membayar sumbangan dana kebersihan Rp 5.000 per orang dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak untuk masuk.

3. Lembah Bencirang
Destinasi wisata ini bukan tempat bersejarah namun tempat wisata ini merupakan wisata berbasis alam yang terletak di Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Wisata Lembah Mbencirang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gajah Mada, usaha milik Pemerintah Desa Kebontunggul, sehingga fasilitas yang ada disini cukup lengkap dan terawat dengan rapi.

Wisata Desa Lembah Mbencirang ini memiliki view pemandangan alam gunung welirang dan gunung anjasmoro yang indah, disamping itu wahana-wahana yang ada di desa wisata ini cukup banyak dan pastinya menghibur semua para pengunjung.

Wisata Desa Lembah Mbencirang ini tergolong tempat wisata baru, karena berdiri pada tahun 2017 dan sampai saat ini masih terus dilakukan pembangunan desa wisata, dengan visi dan misi menjadi desa wisata alam nomor satu di Mojokerto.

Selain itu ditempat ini mengutamakan pertunjukan seni budaya. Seperti pertunjukan gamelan yang selalu diselenggarakan setiap Senin dan Jumat. Para penabuh gamelan di wisawata ini juga beragam, mulai usia remaja hingga usia lanjut.

Tak hanya itu ditempat ini juga menjadi tempat pelatihan tari. Mulai dari anak-anak hingga remaja setiap hari dilatih tari remo. Tujuannya agar seni budaya tetap kental di lingkungan tempat wisata satu ini.(dn/Adv)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments