Sabtu, Juni 22, 2024
BerandaIndexHeadlineKerajinan Decoupage Juga Digemari di Mojokerto

Kerajinan Decoupage Juga Digemari di Mojokerto

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Biasanya jika Anda mendengar kata tissue, pasti yang anda pikirkan pertama kali adalah untuk membersihkan sesuatu yang kotor. Namun kali ini tissue kita gunakan untuk sesuatu yang jauh dari kata kotor. Bagaimana dengan menghias tas, furniture, atau juga piring dan gelas dengan selembar tissue. Kerajinan ini biasa disebut dengan decoupage.

Decoupage adalah seni dekorasi dengan cara menempelkan potongan-potongan kertas pada permukaan sebuah benda kemudian dicat untuk memberikan efek yang diinginkan. Untuk membuat kerajinan decoupage kita bisa mengerjakannya sendiri di rumah atau belajar di sejumlah pelatihan.

proses pembuatan kerajinan decoupage.(Deni Lukmantara/xtimenews)

Tissue yang digunakan ini memang sedikit berbeda dengan tissue yang kebanyakan kita temukan. Tissue ini biasa disebut tissue craft.

Di Indonesia sendiri kerajinan decoupage ini sudah mulai digemari ibu-ibu rumah tangga. Contohnya saja Yuyun Widiawati, (34) warga Wisma Pungging Permai Blok CD no 12, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, yang sudah mulai menggemari kerajinan ini sejak tahun 2016 hingga sekarang.

Beliau sudah berkreasi dengan berbagai macam objek, salah satu kreasi andalannya adalah dengan sebuah tas pandan yang diberi sentuhan teknik decoupage. Tas Pandan yang tadinya tampak biasa saja, dihias menjadi sesuatu yang luar biasa.

“Mulai mengenal kerajinan ini sejak tahun 2016 sekitar 3 tahun yang lalu, belajar dari mentor saya yang berada di Bandung,” kata Yuyun, Minggu (Minggu/21/04/2019).

Kerajinan decoupage ini sebetulnya memang terlihat sangat mudah, namun keahlian yang dibutuhkan untuk membuat sebuah kreasi decoupage, adalah ketelitian.

“Untuk membuat kerajinan decoupage. Peralatan yang dibutuhkan adalah sebuah kuas, lem kertas, gunting dan lem vernis,” jelasnya.

Menurutnya, sebelum membuat kerajinan harus punya sebuah objek yang ingin anda hias. Kemudian gunting pola tissue, setelah itu oleskan lem pada objek dengan rata, tempelkan pola tissue yang sudah di gunting pada objek yang sudah diberi lem. Kemudian setelah kering, beri lapisan lem vernis pada tissue yang sudah tertempel tadi untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

“Untuk pengerjaan tas dengan cara decoupage hanya butuh 30 menit,” ujarnya.

hasil kerajinan tas milik Yuyun.(Deni Lukmantara/xtimenews)

Untuk bahan tisue napkin dia beli dari Cina dan Ceko, dengan harga satu lembar tisu napkin Rp 10 ribu sampai Rp 18 ribu lihat motif dan bahannya. Sedangkan dari hasil kerajinan yang dihasilkan olehnya dia menjual tidak hanya di Indonesia. Yuyun juga menjual kerajinannya hingga ke pasar luar negeri. Terakhir, ia mengirim ke Cina.

“Untuk di Indonesia biasanya saya kirim ke Lombok, Bali dan Surabaya, sedangkan kalau ke luar negeri kirim ke Taiwan, Singapura, Malaysia, Jepang dan yang kemarin terakhir kirim ke Cina,” paparnya.

Sedangkan untuk harga dari hasil kerajinan yang dibuat dia memasang harga bervariatif. “kalau tas saya jual dengan harga Rp 250 ribu untuk model yang sospeso (timbul), kalau gelas, piring Rp 175 ribu – Rp 300 ribu dan kayu Rp 400 ribu,” pungkasnya.(den/gan)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments