Senin, April 15, 2024
BerandaIndexHeadlineAksi Percobaan Perampasan Motor Terjadi Di Mojosari

Aksi Percobaan Perampasan Motor Terjadi Di Mojosari

Jalan raya Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupeten Mojokerto.(foto istimewa xtimenews)

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Percobaan perampas kendaraan sepeda bermotor terjadi di jalan raya Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupeten Mojokerto, aksi percobaan perampasan motor tersebut dialami oleh Putdwisuraida (24) pada Sabtu (23/03) sekitar pukul 04.00 pagi.

Putdwisuraida (24) alias Ida adalah warga Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupeten Mojokerto.

Putdwisuraida menceritakan, dirinya pada saat itu sedang melintas sendirian dengan mengendarai motor Honda Scoopy warna merah di jalan raya Awang-awang, tepatnya sebelah selatan lampu merah perempatan awang-awang. Setelah dirinya sampai di depan pemakaman cina dari samping kios-kios buah tiba-tiba muncul dua orang yang tidak dikenal yang kemudian membuntutinya.

“Waktu itu saya dari bangsal mau pulang kerumah, ketika saya melintas tiba-tiba muncul dua orang berboncengan menggunakan motor Vario putih dari sebelah kios-kios buah tersebut dan ada satu orang lagi menyusul dengan mengendarai motor Vario hitam tapi sendirian, mereka bertiga mengikuti saya,” ucapnya.

Menurut Ida saat dirinya dibuntuti oleh tiga orang tersebut dirinya tidak tahu pasti mereka membawa senjata tajam apa tidak karena pada saat itu lokasinya gelap.

“Anaknya pertama berhenti di kios-kios buah yang ada di depan pemakaman cina tempatnya gelap, lalu tahu saya dari arah Utara dan saya langsung dikejar, setelah itu saya dipepet dan bilang ‘ayo berhenti-berhenti cepat’, ketika saya melihat dua orang yang berboncengan tersebut lengah, saya langsung tancap Gas,” ujarnya.

Kata Ida, ketika itu juga dirinya langsung membelokkan motornya di SPBU Desa Janti dan meminta tolong kepada pegawai SPBU.

“Setelah itu saya langsung belok di SPBU Janti, itupun saya ditungguin bahkan mereka tak segan bilang ke saya dengan nada tinggi ‘lapo koen menggok iku'(kenapa kamu belok itu). Pada saat itu juga saya bilang sama pegawai SPBU dan saya diminta agar berhenti dulu sampai dapat barengan,” tegasnya.

Ida yang saat itu sedang sendirian tidak tahu pasti berapa nomor polisi kedua kendaraan yang mengejarnya, karena pada saat itu dirinya merasa ketakutan, hanya saja dia mengetahui ciri-ciri tiga orang tersebut.

“Yang berkendara sendiri yang bawa Vario hitam orangnya tinggi kulitnya kuning dan rambut agak panjang, yang berboncengan dua-duanya hitam jelek, tapi yang depan rambut pendek dan satunya lagi rambutnya sedikit panjang,” jelasnya.

“Takut saya mas saya sering melintas dijalan itu, setidaknya ada pengamanan lebih oleh petugas di daerah situ,” pintanya.(den/gan)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments