Sabtu, Mei 25, 2024
BerandaIndexHeadlineTanggul Ambrol, Wakil Ketua DPRD kota Mojokerto Angkat Bicara

Tanggul Ambrol, Wakil Ketua DPRD kota Mojokerto Angkat Bicara

Terkait Ambrolnya Tanggul Sungai Sadar yang Berada di Kelurahan Gunung Gedangan

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Wakil Ketua DPRD kota Mojokerto, Junaedi Malik, yang akrab disapa Juned angkat bicara terkait tanggul ambrol di Lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan, Kota Mojokerto.

Melalui pesan singkat (WA) nya, Kamis (24/1/2019), dia menyampaikan kejadian ambrolnya tanggul sungai sadar, yg berada di wilayah Kelurahan Gunung Gedangan, pada Selasa (22/1/2019) malam yang lalu, hal ini merupakan persoalan urgen atau serius, yang harus segera disikapi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Surabaya.

Juned meminta agar ini di jadikan skala prioritas untuk segera disiapkan langkah perbaikan teknis. “Pasalnya, tanggul tersebut ambrol sampai kedalaman sekitar 20 meter,” jelasnya.

Menurut Ketua PKB Kota Mojokerto ini, bahwa kejadian tersebut diakibatkan oleh pelaksanaan proyek pengendalian banjir sungai sadar yg di kerjakan BBWS pada tahun 2018 yang lalu.

Junaedi Malik, Wakil Ketua DPRD kota Mojokerto

Kejadian ini adalah salah satu contoh dari beberapa persolan yang terjadi di akibatkan oleh proyek dari BBWS. Dalam RDP pada Selasa 22 Januari pagi, antara DPRD bersama BBWS serta pihak Pemerintah Kota (Pemkot), dimana kita tekankan harus mewaspadai akan ambrolnya tanggul sungai sadar, akibat pengerukan sedimen atau normalisasi sungai sadar.

“Apa lagi dalam satu bulan ini curah hujan sangat lebat dan aliran arus sungai sangat deras serta debit air akan dapat meningkatkan titik-titik rawan, dimana tanggul sungai sadar, akan berpotensi ambrol,” ungkap Juned.

Dia mendesak, agar Pemkot segera melakukan kordinasi dengan pihak BBWS.

“Karena Kejadian ini, mutlak menjadi tanggung jawab bbws, karena semua ini akibat dampak dari pelaksanaan pekerjaan tahun lalu serta merupakan kewenangan bbws dalam hal perbaikan, pemeliharaan berkala baik pasca pelaksanaan pekerjaan maupun pemeliharaan,” kata Juned.

Kemudian lagi dia berharap, agar bbws dapat mengusulkan anggaran untuk perencanaan program pembangunan tanggul sungai sadar, yang melintas disepanjang wilayah Kota Mojoerto, agar tanggul sungainya dibangun dengan Side Pile Beton Concrete atau sisten betonisasi.

“Sistem betonisasi ini, akan mengakibatkan tanggul lebih kuat serta tidak gampang terkena rembesan air, yang berakibat tanggul menjadi kropos dan ambrol,” beber Janed.

Disamping itu, menurut Juned, dengan betonisasi pemandangannya akan tampak indah dan rapi dari sisi tata kota, karena kondisi wilayah Kota Mojokerto cekung, yang berpotensi terjadinya genangan air yang mengakibatkan banjir.

“Pembangunan tanggul dengan sistem betonisasi, merupakan altetlatif terbaik, untuk penguatan serta memaksimalkan fungsi dari sungai sadar,” tandas Juned. (gan)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments