Kamis, Juli 25, 2024
BerandaIndexHeadlineDolar Ditumpukan Sampah, Jadi Incaran Warga

Dolar Ditumpukan Sampah, Jadi Incaran Warga

MOJOKERTO, Xtimenews.com – Banyaknya dolar yang tercecer di Desa Bangun, Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto ternyata menjadi sumber penghasilan bagi warga sekitar. Dolar tersebut terselip di antara sampah yang dibeli warga dari pabrik kertas PT. Pabrik Kertas Indonesia(PAKERIN) Jalan raya Prambon yang berada di dekat kawasan tersebut.

Tidak hanya uang dolar namun terkadang warga menemukan potongan emas, perak, perunggu sampai dengan tembaga. Pernah juga ada yang menemukan berlian. Potongan emas itu berbentuk potongan kecil-kacil dari potongan gelang, kalung dan cicin, namun kadang ada juga yang batangan kecil tapi jarang di temukan.

Bu Riwayati saat memilah sampah

Sebagian besar warga Desa Bangun menggantungkan hidupnya pada tumpukan sampah. Tak ada alat khusus saat memilah sampah, mereka hanya menggunakan tangan dan alat keruk dari kayu, dari situlah mereka dapat menemukan uang dolar dan emas.

Hasil dari temuan uang dolar dan pecahan emas dari tumpukan sampah yang di dapat oleh warga sudah ada penampungnya sendiri yaitu pak Sulyono warga Dusun Kalitengah Desa Bangun Kec. Pungging Kab. Mojokerto.

Sulyono mangaku memulai usaha menjadi pengepul sejak tahun 1995, selama kurang lebih 20 tahun menjalankan usaha ini dengan kondisi yang tidak sempurna pada tangan sebelah kanan nya bapak dua anak ini mampu menyekolah kan kedua anak nya hingga saat ini.

Sulyono, sering menerima uang dollar dan perhiasan emas dari warga. Dalam satu bulan dirinya paling banyak pernah mendapat perhiasan emas seberat 40 gram.

“Emasnya dalam kondisi tidak utuh, pecahan-pecahan kecil. Kalau harganya dilihat dari jenis emas dan kondisinya, emas muda harganya Rp 200.000 per gram kalau emas tua harganya Rp 500.000. per gram,” ucapnya, Sabtu (05/01/2019) saat di temui di rumahnya.

Sulyono juga mengaku Kalau rame banyak yang jual dalam sebulan dirinya mendapat keuntungan sampai Rp 6.000.000. Seluruh perhiasan dijual ke pengepul lain di Surabaya oleh Sulyono.

Untuk uang dollar Saat ini dia menyimpan beberapa uang dari berbagai negara di antaranya Kanada, Amerika, Inggris, Oman, dan Kuwait.

“Uang dari berbagai negara ada juga dalam kondisi sobek uang itu masih laku ditukarkan. Kadang juga ada kolektor mencari uang langka. Pernah saya membeli berlian seharga Rp 26.000.000 dari warga lalu saya jual lagi laku Rp 30.000.000,” pungkasnya.

Sementara Riwayati(53) seorang ibu-ibu yang sehari-harinya memilah sampah yang di dapat dari Pabrik dirinya mengaku sampah-sampah itu sebelumnya di beli dari pabrik bukan gratisan.

“Satu ret truk besar sampah itu saya beli dengan harga Rp 300.000. kalau semobil pick-up saya beli Rp 150.000 lihat barangnya juga mas,”ujarnya

Riwayati juga mengatakan jika tidak menemukan barang-barang seperti uang dolar dan emas atau barang yang berharga lainnya dirinya merasa rugi.

“Sering saya mengalami kerugian karena tidak mendapatkan emas, uang dolar, dan beberapa sampah lain yang layak jual,” jujurnya.

Kalau tidak ada barang bagus, lanjut Riwayati, sampah plastik itu saya jual lagi ke pabrik tahu dan kerupuk seharga Rp 85.000. Per mobil pick-up.

“Rejeki sudah ada yang atur mas, kadang juga dapat barang bagus,” imbuhnya sembari tertawa.(den/ron/gan)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments