Minggu, Juli 21, 2024
BerandaIndexHeadlineMengisi Kekosongan Jabatan, Ujian Perangkat Desa Modongan Diadakan

Mengisi Kekosongan Jabatan, Ujian Perangkat Desa Modongan Diadakan

MOJOKERTO (xtimenews.com) – Guna melengkapi formatur dalam pemerintahan desa, sekitar 20 peserta mengikuti ujian pengangkatan perangkat Desa Modongan. Dilaksanakan di aula Balai Desa Modongan, Jalan Raya Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (18/12/2018).

Dari dua puluh peserta yang ikut, akan menempati tiga posisi dalam pemerintahan desa yakni Sekretaris Desa, Kepala seksi Pemerintahan dan Kepala Dusun. Masing-masing peserta wajib mengikuti dan mengerjakan lima ujian materi yang meliputi soal Agama, Bahasa Indonesia, Matematika, Pemerintahan dan Pengetahuan Umum.

Ketua panitia ujian perangkat Desa Modongan, Abdul Sholeh, S.Pd mengatakan, ujian perangkat harus diadakan guna mengisi kekosongan beberapa jabatan desa yang kosong.

“Ada tiga jabatan perangkat desa yang kosong, Sekretaris Desa, Kasi pemerintahan dan Kepala Dusun. Karena aturan, maka harus dilaksanakn ujian perangkat sebelum Januari 2019,” kata Sholeh.

Selain itu Abdul Soleh menyampaikan, dari 20 peserta untuk mengisi 3 formasi jabatan perangkat desa, 10 orang mengikuti seleksi Sekretaris Desa 7 orang seleksi Kepala Seksi Pemerintahan dan 3 orang mengikuti seleksi untuk Kepala Dusun modongan.

“Untuk pembiayaan seleksi perangkat desa ini peserta tidak ditarik pungutan sepeserpun karena semua ditanggung oleh dana dari desa,” imbuhnya.

20 peserta sedang mengikuti ujian perangkat desa.

sementara itu dari data yang dihimpun oleh awak media, didapati data peserta yang berasal dari luar Desa modongan. menanggapi hal ini, Abdul Sholeh menyampaikan bahwa menurut aturan yang ada, hal itu tidak menjadi masalah.

“Seluruh peserta seleksi diwajibkan membuat surat pernyataan jika nantinya lulus ujian dan terpilih untuk menjadi perangkat desa itu siap bertempat tinggal di Desa Modongan,” tandasnya.

Hal itu, tambahnya, diwajibkan untuk mengikat peserta yang nantinya jadi agar tidak kesulitan dalam mobilitas kerjanya. Dari 20 peserta ada yang berasal dari Kediri dan KTP nya juga Kediri, disini yang bersangkutan itu adalah menantu. Jadi wajib membuat surat pernyataan siap berdomisili di sini.

“Harapannya, kita mendapatkan perangkat-perangkat yang berkompeten, terbaik dari yang baik ini untuk nantinya bisa membuat Desa Modongan ini lebih maju dan berkembang serta adanya peningkatan mutu pelayanan dan perekonomian desa secara menyeluruh,” pungkasnya. (Ron)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments