Lamongan,Xtimenews.com-Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Sukoanyar, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, menggelar ujian tulis dan wawancara untuk sejumlah formasi kerja, yakni sopir, pramuniaga, logistik/gudang, dan satpam pada Minggu (10/5/2026) pukul 08.00 Wib ujian dilaksanakan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya koperasi dalam membangun sistem kerja yang lebih profesional, terbuka, dan berpihak pada pemberdayaan masyarakat desa.
Dari total 25 pendaftar yang telah tercatat, sebanyak 21 peserta hadir mengikuti rangkaian seleksi yang dilaksanakan Gedung gerai Koperasi Desa Merah Putih Sukoanyar yang beralamat Galang RT 02 RW 02 Sukoanyar Turi Lamongan. Proses ujian berlangsung tertib dengan pengawasan langsung dari pengurus koperasi serta disaksikan oleh perangkat desa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kasi Pemerintahan Desa Sukoanyar, Sahuri bersama beberapa pengurus Koperasi Desa Merah Putih Sukoanyar untuk memastikan proses seleksi berjalan dengan baik, objektif, dan sesuai kebutuhan koperasi.
Dalam keterangannya, Sahuri menyampaikan bahwa koperasi desa harus menjadi contoh dalam membangun sistem rekrutmen yang sehat dan terbuka bagi masyarakat.
“Pembentukan koperasi desa tidak boleh hanya menjadi simbol semata. Koperasi harus mampu melahirkan lapangan pekerjaan yang benar-benar memberi manfaat kepada warga desa. Karena itu, proses seleksi seperti ini penting agar yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kemampuan, tanggung jawab, dan kemauan bekerja,” tegas Sahuri.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat lokal secara nyata.
Sementara itu, Ketua Koperasi Desa Merah Putih Sukoanyar, Indra Habib, menegaskan bahwa seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa adanya perlakuan khusus.
“Kami ingin membangun koperasi yang kuat dan dipercaya masyarakat. Maka proses rekrutmen harus dilakukan secara terbuka dan profesional. Siapa yang lolos adalah mereka yang memang siap bekerja, disiplin, dan mampu menjalankan tugas sesuai bidangnya,” ujar Indra Habib.
Menurutnya, koperasi desa bukan hanya tempat usaha, melainkan bagian dari perjuangan ekonomi kerakyatan yang harus dikelola secara serius dan bertanggung jawab.
Pelaksanaan tes tulis dan wawancara ini mendapat perhatian masyarakat karena dinilai menjadi langkah awal pembentukan manajemen koperasi yang lebih tertata, modern, dan berbasis kemampuan sumber daya manusia desa sendiri. (Ind)